otomotif
Toyota Kenalkan Sedan Hibrida Baru
by gilani on Nov.02, 2009, under otomotif
Toyota Motor Corp., memperkenalkan sedan mewah baru hibrida bernama “Sai”, Selasa (20/10). Ini merupakan mobil hibrida kedua keluaran Toyota setelah Prius. Tujuannya mempertahankan posisi Toyota sebagai tonggak utama dalam produksi kendaraan ramah lingkungan.
Sai yang hanya akan dijual di Jepang sejak 7 Desember mendatang adalah sedan kompak bermesin 2,4 liter dan hemat bahan bakar hingga per liter bisa menempuh jarak sejauh 23 kilometer. Sedikit lebih boros dibandingkan generasi ketiga Prius yang bisa menempuh 38 kilometer untuk satu liter.
“Jika tidak membawa mesin hibrida, sedan ukuran ini akan membutuhkan bahan bakar dua kali lebih banyak,” kata Shigeru Nakagawa, manajer proyek Toyota seperti dilansir ANTARA. Sai akan dilabeli harga mulai dari 3,38 juta yen atau sekitar 37.225 dolar AS. Lebih mahal dibandingkan Prius yang dijual 2,05 juta yen.
Toyota menargetkan penjualan Sai sebanyak 3.000 kendaraan selama sebulan. Perusahaan itu menjual 31.758 Prius pada September lalu. Meningkatnya penjualan dibantu penangguhan pajak dari pemerintah dan subsidi untuk kendaraan yang hemat bahan bakar. Toyota adalah produsen otomotif terbesar di dunia yang mempelopori mobil yang dijalankan dengan kombinasi bensin dan listrik. Permintaan mobil ramah lingkungan ini pun melonjak karena adanya kekhawatiran tentang pemanasan global.
Bulan lalu penjualan mobil hibrida Toyota yang diluncurkan sejak 1997 di seluruh dunia mencapai puncaknya sebesar dua juta unit. Perusahaan ini juga menjual sedan Lexus yang hanya tersedia dalam bentuk hibrida.
Ini Dia Penyebab Masalah Karpet Mobil Toyota
by gilani on Oct.02, 2009, under otomotif
Penarikan kembali dalam jumlah besar mobil-mobil Toyota menyusul karpet pelapis lantai kabin yang bermasalah, pastinya menimbulkan pertanyaan tersendiri, apa sebenarnya yang menyebabkan pedal gas bisa tersangkut karpet lantai tersebut?
Terlebih dengan fakta bahwa hampir semua mobil yang dijual di Amerika pasti
dilengkapi dengan karpet lantai, atau setidaknya menawarkan opsional untuk
melengkapi mobilnya dengan karpet lantai.
Namun ternyata, karpet lantai mobil Toyota dianggap bermasalah, karena National Highway Traffic and Safety Administrations Amerika mendapatkan laporan karpet tersebut bisa memicu pedal gas terbuka lebar karena tersangkut. Tapi kenapa bisa seperti itu?
Padahal kalau karpet nyangkut, tinggal dicabut saja, gampang toh?
KickingTires mencari tahu sebab tersebut pada model Toyota Prius 2010, yang kebetulan sedang terdapat di bengkel mereka. Ditemukan bahwa mekanisme penempatan dan dudukan karpet lantai mobil berada pada lokasi yang mungkin mengkhawatirkan.
Sepertinya Toyota merekayasa sebuah pengait karpet (lihat gambar-red) yang
ternyata dapat terlepas dari dudukannya pada dek mobil, sehingga ketika terlepas karpet menjadi menonjol dari permukaan lantai mobil.
Hal itulah yang menyebabkan pedal gas bisa tersangkut ketika pengemudi kebetulan sedan menekan pedal gasnya dalam-dalam, dan tidak menyadari pengait karpet mobil mereka terlepas.
“Model-model Toyota lainnya, yang tidak termasuk dalam penarikan, sebenarnya juga menganut desain yang sama pada karpet mobil mereka,” ujar juru bicara Toyota, John Hanson seperti dikutip Autoblog, Jumat (2/10/2009).
Hanya model-model yang telah mendapatkan pengaduan khusus dimasukkan dalam
penarikan tahap pertama, tambah John.
Sehingga, bukan tidak mungkin Toyota akan kembali melakukan penarikan model-model lainnya setelah perincian kasus selesai, termasuk beberapa model untuk tahun 2010.
Toyota di Indonesia sendiri sudah memastikan tidak akan menarik mobil-mobilnya terutama Prius.
“Kita hingga saat ini tidak ada instruksi recall Toyota Prius,” kata Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto.
Ia pun memastikan kondisi Toyota Prius Hybrid tidak mengalami kesalahan pada konstruksi karpet mobilnya seperti yang terjadi di Amerika.
Toyota Prius Hybrid yang beredar di pasar Indonesia adalah Completely Built Up (CBU) dari Jepang dan Toyota Prius Hybrid yang beredar di Amerika adalah rakitan pabrik Amerika. Atas dasar ini ia meyakini Toyota Prius Hybrid di Indonesia baik-baik saja.
Keyakinan yang dilontarkannya karena, meski dengan konsep karpet Toyota Prius Hybrid secara global sama, tetapi dari masalah pengerjaan setiap assembling negara sangat berbeda. “Bisa kita lihat dari masalah pengerjaanya kan berbeda, meski konsepnya sama,” ucapnya.
Dan menanggapi penarikan besar-besar yang dilakukan Toyota Amerika, Joko
mengutarakan mungkin saja terjadi kesalahan supplier ketika memasang karpet
mobil. “Mungkin suppliernya lalai waktu masangnya,” cetusnya.
Perangkat Antimabuk ala Toyota
by gilani on Sep.14, 2009, under otomotif
Mungkin Anda pernah kesal dengan kelakukan aksi ugal-ugalan sopir kendaraan yang tengah mabuk? Hampir setiap orang akan dibuat kesal dengan aksi tak bertanggung jawab sopir tersebut. Mungkin hanya si sopir yang merasa “nyaman”. Namun tidak demikian dengan orang lain.
Meski demikian ada satu terobosan yang dilakukan Toyota–perusahaan mobil asal Jepang–untuk mengatasi hal tersebut. Seperti dilansir AFP, Senin (31/8), perusahaan yang terkenal dengan inovasinya itu mengeluarkan produk terbarunya, berupa perangkat pengendara antimabuk.
Perangkat ini mampu mengunci sistem pembakaran kendaraan sehingga kendaraan yang hendak dipakai mereka yang diduga mabuk tidak akan hidup saat dihidupkan. Perangkat pintar ini bekerja dengan cara mendeteksi alkohol. Begitu si sopir terdeteksi mengonsumsi alkohol dengan kadar tertentu, maka sistem penguncian akan aktif. Selain pendeteksi alkohol, sistem tersebut juga dilengkapi dengan kamera digital dan alat pengidentifikasi wajah.
Sebelumnya Toyota telah melakukan serangkain uji coba pada kendaraan truk Hino Motor. Untuk selanjutnya perangkat akan tesebut akan dipasang pada sejumlah kendaraan termasuk kendaraan pemerintah dan sejumlah perusahaan. Rupanya tidak hanya Toyota yang mengembangkan perangkat tersebut. Nissan juga tengah mengembangkan perangkat sejenis. Alat ini lumayan canggih dan dapat mencegah kegusaran orang lantaran aksi ugal-ugalan sopir. Yang tak kalah penting alat ini diharapkan mampu menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas