ari mahardika - personal website

uncategorized

Jadi Bos Berisiko Terkena Gangguan Kesehatan

by gilani on Nov.02, 2009, under uncategorized

Siapa tak ingin jadi seorang bos? Sebab, itu berarti Anda memiliki banyak uang dan tantangan kerja yang menarik. Namun, berdasarkan penelitian di Kanada, ternyata menjadi bos berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental.

Para peneliti Universitas Toronto yang meneliti 1.800 pekerja menemukan fakta, pekerjaan mempengaruhi kesehatan orang-orang di posisi atas. Sebab, mereka lebih sering mendapat konflik dari rekan kerja sehingga masalah pekerjaan pun membaur dalam kehidupan rumah tangganya.

Dengan status dan bayaran yang lebih tinggi, serta kebebasan kalangan orang yang berkuasa, tampaknya tidak mungkin berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun, orang-orang yang berstatus rendah pada umumnya memiliki tingkat lebih tinggi terkena penyakit jantung dan berisiko meninggal lebih awal. Sedangkan otoritas kerja menunjukkan, tidak ada hubungan antara tingkatan para pekerja dan kesehatan.

“Individu dengan wibawa lebih tinggi cenderung terkena gejala fisik lebih sedikit, serta sedikit gejala tekanan psikologis dan amarah,” ujar Scott Schieman, pakar sosiologi dalam penelitian itu kepada Reuters. “Ini bukan berarti memiliki kewenangan adalah hal yang buruk. Selain keuntungan, penting juga mengidentifikasi kerugian dan cara menanganinya.”

Temuan terbaru yang dilaporkan dalam jurnal Social Science & Medicine menunjukkan, pro dan kontra pada posisi kekuasaan pada dasarnya diragukan, sebab memberikan kesan bahwa pekerjaan bos tidak memiliki dampak pada kesehatan.

Pada penelitian itu, mereka menyurvei peserta berdasarkan aspek kehidupan pekerjaan dan kesejahteraan mereka. Pekerjaan sebagai bos diukur berdasarkan apakah seseorang mengatur karyawan lainnya dan memiliki kekuasaan atas perekrutan, serta pemecatan dan pembayaran gaji karyawannya.

Keluhan kesehatan fisik, di antaranya masalah-masalah seperti sakit kepala, sakit badan, mulas, dan kelelahan. Sedangkan keluhan psikologis, di antaranya masalah susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan perasaan sedih, juga kecemasan.

Schieman mengatakan, konflik dengan rekan kerja atau pekerjaan yang mengganggu kehidupan rumah jauh berat dibandingkan tekanan fisik dan kesejahteraan mental yang menciptakan stress kronis. “Ketika penelitian terfokus pada dampak negatif kesehatan bagi pekerja berstatus rendah, hal itu juga sangat penting untuk mengenali stress bagi pekerja berstatus tinggi,” tambah Schieman.

Jadi enak jadi bos apa bawahan???

Leave a Comment more...

Buka Bareng Alumni 2k Smunam Cirebon

by gilani on Sep.11, 2009, under uncategorized

1) Acara ini sifatnya lebih ke Silaturahmi satu angkatan..so.. buat yg Non Muslim juga Diharepin Banget Kedatengannya (makanya di undang juga biar dateng !!)

2) Waktu nya emang ditulis tanggal 19 September..pertimbangannya mengingat kebetulan pas tgl18 nya Cuti Nasional untuk libur Idul Fitri. Ya moga2 bisa dateng semmua yah. Makanya..konfirm ye !!

3) Soal tempat kenapa harus di CSB ?? Ya itu karena masukan dari anak2 yg jadi panitia kecil buat event ini. Pertimbangan nya antara lain ya tempatny yg gede, bisa dibilang strategis, n menu juga bisa dikolektivin supaya ga ada yg kberatan kalo diratain soal budjet makanan.

Nah itu paling info nya soal buka bareng.
Buat yang mo ngasih info ato masukan soal tempat, waktu, ato apalah pokona, bisa nge post comment di RVSP postingnya ato kontak mahluk2 ini :

Arief (08122078614)
Angga (08112400222)
Langgeng (085224505797)
Citra (0231-9212176)

Thanx U !!

NB :
Rencanya bakal digelar pada hari Sabtu, tanggal 19 september 2009. Jam 5sore sampai dengan selesai tuh… bertempat di CSB(alias Cirebon Super Block) di jalan Dr. Cipromangunkusumo no 71 Cirebon (bekas brimob)
Untuk keterangan tambahan buka di event fesbuk

Leave a Comment more...

Prepare my Wedding…

by gilani on Jan.24, 2009, under uncategorized

wait for this day…

center

Pesan untuk pengantin

Untuk Suamiku

Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi, Tidaklah semulia khadijah, Tidaklah setaqwa Aisyah, Pun tidak setabah Fatimah, Apalagi secantik Zulaikha.

Justru Istrimu hanyalah wanita akhir zaman, Yang punya cita-cita,Menjadi Sholehah…. Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama, Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya, Istri ladang tanaman, Kamu pemagarnya, Istri kiasan ternakan, Kamu gembalanya, Istri adalah murid, Kamu mursyidnya, Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya.

Saat Istri menjadi madu, Kamulah penawar bisanya, Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya. Pernikahan atau perkawinan, Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa. Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.

Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana, Justru ……Kamu akan tersentak dari alpa, Kamu bukanlah Rasullulah, Pun bukan pula sayyidina Ali Karamallahhuwajhah, Cuma suami akhir zaman,Yang berusaha menjadi soleh…Amin.

center

Untuk Istriku

Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir rahasia.
Suami yang kamu nikahi, Tidaklah semulia Muhammad saw, Tidaklah setaqwa Ibrahim as, Pun tidak setabah Ayub as, Ataupun segagah Musa as, Apalagi setampan Yusuf as.

Justru Suami hanyalah pria akhir zaman, Yang punya cita-cita,Membangun keturunan yang Sholeh…. Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama, Suami menjadi pelindung, Kamu penghuninya, Suami adalah nahkoda kapal, Kamu navigatornya, Suami bagaikan balita yang nakal, Kamu adalah penuntun kenakalannya, Saat suami menjadi raja, Kamu nikmati anggur singgasananya, Seketika suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya, Seandainya suami masinis yang lancang, Sabarlah memperingatkannya.

Pernikahan atau perkawinan, Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa. Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.

Karena memiliki istri yang tidak segagah mana, Justru ……Kamu akan tersentak dari alpa, Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga, Pun bukan pula Hajar, yang begitu setia dalam sengsara.

Cuma wanita akhir zaman,Yang berusaha menjadi solehah…Amin.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Sapardi Djoko Damono, (1989)

tuk n@koe :
relakah engkau untuk membagi nafasmu dalam sebuah dunia mungil yang paling sederhana bersamaku?

Leave a Comment more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...

Archives

All entries, chronologically...